Make your own free website on Tripod.com
logo gusdurnet

top.gif (1689 bytes)

spacer gif
spacer gif
spacer gif
 
halaman muka
politik
ekonomi
opini
klasik
gusduria
 

kontak redaksi



spacer gif
spacer gif
24/05/00
Semar Kuncung, Suatu Pertanda?


Sekitar pertengahan '90-an lalu, terjadi bencana besar diujung timur Pulau Jawa, yaitu datngnya gelombang tsunami yang menghancurkan berbagai tatanan yang ada termasuk korban ratusan jiwa manusia.  Beberapa saat sebelumnya di Banyuwangi digelar pertunjukan wayang dengan lakon Semar Kuncung, sebuah lakon yang juga dibawakan oleh Sujiwo Tejo dihadapan para petinggi negeri ini, Sabtu malam (20/5) di Plaza Nusantara III Gedung DPR-MPR RI, pada saat bangsa ini tidak kunjung menyelesaikan persoalan-persoalan besarnya.

Inilah pula yang kemudian mengusik Permadi, anggota DPR dari PDIP yang juga dikenal sebagai paranormal. Dalam sesi goro-goro Permadi menanyakan pada Sujiwo Tejo, “Lakon wayang ini merupakan pertanda apa?”

Saat itu Sujiwo tidak bisa menjawab apa-apa kecuali terdiam beberapa lama. Menurut pengakuannya setelah pementasan, sejak sehari sebelumnya Sujiwo Tejo telah bertengkar dengan istrinya gara-gara lakon yang akan dipentaskan malam itu. Demikian juga seorang temannya memperingatkan agar melakukan puasa saja apabila tidak kuat memntaskan lakon tersebut.

Kuncung Semar, yakni rambut Ki Semar yang mencuat tepat di ubun-ubunnya, akan dipotong oleh Harjuna. Padahal, kuncung Semar adalah tuah. Kuncung Semar adalah lambang perilaku kanak-kanak yang ada pada diri Semar yang senantiasa jujur dan tanpa prasangka. Pemangkasan kuncung, sama artinya mencabut sifat kanak-kanak pada diri Semar. Dengan demikian Semar akan memiliki sifat sebagaimana orang dewasa lainnya yang penuh curiga dan prasangka.

Semar pergi dalam amarah. Ia menghindar dari kejaran para Pandawa yang hendak memotong kuncungnya karena hasutan dua orang yang mengatakan, negara baru aman dan tentram jika kuncung Semar dipotong.

Semar jadi rebutan antara Pandawa dan Hastina. Masing-masing ingin memiliki Semar sekaligus memotong kuncungnya. Akhirnya Semar diselamatkan oleh anak-anaknya. Belakangan diketahui penghasut para Pandawa untuk memotong kuncung Smear adala merupakan penjelmaan Batara Kala dan Betari Durga. (ys)

 

 

GusdurNet | 2000
webmaster@gusdurnet.com