Make your own free website on Tripod.com
logo gusdurnet

top.gif (1689 bytes)

spacer gif
spacer gif
spacer gif
 
halaman muka
politik
ekonomi
opini
klasik
Gusduria
 

kontak redaksi



spacer gif
spacer gif

Butet Kartaredjasa: 
Gus Dur Bermutu


Gaya Gus Dur yang selalu terkesan santai dan tidak serius dalam menghadapi berbagai persoalan mendapat kecaman dari berbagai pihak. Namun menurut Butet Kartaredjasa, seniman dan budayawan Yogyakarta, justru itu menunjukkan bahwa dia orang yang sangat percaya diri. "Dia tetap menghadirkan sosok manusia dalam birokrasi", katanya.

Bagaimana Anda melihat gaya kepemimpinan Gus Dur, yang kata orang tidak serius?
Menurut saya dibalik clelekan dan ketidakseriusannya tersirat kseriusan dan keyakinan kuat. Dia tahu persis apa yang harus dilakukan dan bebannya tidak sembarangan. Jadi dia sedang melakukan keseriusan dengan gaya yang melekat dalam tubuhnya. Kalau sudah menyangkut gaya orang-perorang itu tidak bisa disalahkan.Itu memang gayanya. Sikap seperti itu sanagat berguna dengan kondisi politik yang feodalistik. karena dia secara tidak langsung menghancurkan mitos-mistos feodal, desakralisasi oleh dirinya sendiri. Sehingga lembaga-lembaga demokrasi sebagai sebuah instrumen tidak perlu diskralkan.Tidak perlu membuat orang ketakutan. Saya percaya yang dilakukan itu hanyalah style yang melekat pada kepribadiannya dan bukan ketidaksungguhan.

Bagimana dengan tanggapan orang yang menilai dan menyayangkan gaya seperti itu?
Jika beberapa kelompok menganggap itu tidak baik, itu suatu resiko politik. Setiap orang khan punya style sendiri-sendiri. Kita tidak punya hak untuk mendikte style  orang lain. Saya percaya dia bukan orang bodoh. Dia tahu persis apa yang dilakukan. Kalau koridornya hanya TAP MPR, GBHN, landasan hukum dan dia tidak melakukan pelanggaran dari semuanya itu, apa sesungguhnya kesalahannya ? Kalau dalam TAP MPR ada pasal yang mengatakan bahwa presiden tidak boleh "celelekan", itu lain masalahnya. Presiden tidak boleh mengatakan "gitu aja kok repot", itu beru melakukan kesalahan. Jadi kita harus menghormati gaya identitas orang lain.

Kalau ada yang ada yang protes dengan mengatakan "dulu saya milih Gus Dur karena saya kira bisa serius", berarti salah dong?
Iya, artinya, ketika kita sudah memilih dia jadi presiden,asumsinya kita sudah siap memilih secara keseluruhan. Kalau Gus Dur tiba-tiba melakukan korupsi, kolusi atau nepotisme baru dia melanggar. Misalnya soal usulan pencabutan TAP MPRS XXV, menurut saya bukan suatu kesalahan. Itu khan cuma usul, kok. Memang orang-orang yang kepentingannya terancam akan mencak-mencak.

Menurut Anda bagaimana sikap Gus Dur itu?
Menurut saya, Gus Dur dalam mensikapi politik sangat menarik. Seperti dia selalu santai menyikapi hidup. Tidak ada yang berubah dalam menghayati hidup ini. Itu menunjukan bahwa dia orang yang sangat percaya diri dan begitu yakin dengan kemampuannya. Bahkan protokoler kenegaraan disikapi dengan rileks. Begitulah manusia, jadi dia menghadirkan citra manusia di dalam birokrasi. Kalau kemarin-kemarin begitu masuk birokrasi, citranya seperti raja sehingga prilakunya berubah, pola hubungan dengan orang juga berubah.

Ada perubahan atau tidak dari sikap Gus Dur waktu sebelum dan sesudah jadi presiden?
Saya pernah sekali bersama dia waktu ngobrol di Tabloid Detik. Ya gayanya seperti itu, seperti waktu berhadapan dengan santri juga kelompok-kelompok tani, juga seperti di depan DPR, sama aja.

Kritik Anda terhadap kepemimpinan Gus Dur?
Ketika dia meyakini perbedaan itu merupakan bagian dari demokrasi dan dia berjanji tidak akan melakukan suatu tindakan terhadap pikiran-pikiran yang berbeda, sementara itu dia tidak mengeluarkan statemen atau penyesalan dalam kasus represi Banser terhadap sejumlah institusi, seperti kasus Jawa Pos Ternyata Gus Dur tidak mengambil peran untuk mencegah atau menyesali. Itu sangat saya sayangkan.

Dibandingkan dengan presiden-presiden yang terdahulu?
Masing-masing membawa kepribadian masing-masing, keunikan dan juga dengan ketidakbermutuan masing-masing. Ya beda, gitu aja.

Kalau "ketidakbermutuan" Gus Dur sebagai apa?
Gimana ya, lha wong bermutu kok. Ya kalau saya membayangkan presiden ya ngono kuwi wae

Sekarang ini orang sedang ramai-ramai berspekulasi bahwa Gus Dur akan dijatuhkan. Apakah Gus Dur akan jatuh?
Nggak. Untuk tumbang itu kan kalau dia menyimpang dari komitmen yang diemban, saya tidak melihat itu. Gus Dur akan jatuh jika dia melakukan sesuatu yang menyimpang. Saya nggak melihat itu pada Gus Dur. Itu hanya manuver politik.

Bagaimana kalau Gus Dur ngambek?
Itu bisa saja terjadi, tapi saya berhadap jangan. Karena itu akan sangat riskan, membawa preseden yang kurang baik. Kalau kita memang menyepakati sekarang era transisi dalam belajar berdemokrasi, resiko itu memang harus kita ambil. Biarlah ada manuver-manuver, nggak apa-apa. Itu khan juga bagian dari transisi. Kalau para politisi nggak kunjung dewasa, itu resiko yang harus diambil karena kita memang baru belajar. Itu semua memang salah kita.

Bagaimana dengan tuduhan KKN dan lain-lain?Misalnya Gus Dur dikatakan bersifat nepotisme, saya pikir nggak benar.Apa salahnya orang  mempunyai suatu potensi dan keahlian diangkat sebagai tokoh politik. Kalau memang dia mempunyai kapabilitas untuk itu, kenapa harus ditolak. Kita harus lebih arif melihat sesuatu. Kemarin yang memang ada  salah dalam  nepotisme yaitu ketika orang tersebut masuk dalam sistem dan terbukti tidak mampu. Itu baru persoalan. Kalau dalam kasus Suharto kemarin memang nggak ada kapabilitas. Mereka hanya menjadi makelar. (ys)

 

 

GusdurNet | 2000
webmaster@Gusgurnet.com